Analisis Berita dari Media Cetak

Teknik Observasi dan Wawancara - Menganalisis Suatu Berita

Berita 1 : Lulusan Kesehatan Masyarakat Diatur
oleh : (FRD)

Sumber : Koran Kompas Hal.10 (22/10/2019)


Fakta Peristiwa : JAKARTA KOMPAS - Bidang keilmuan kesehatan masyarakat akan diatur sebagai salah satu jenis tenaga kesehatan. Hal itu sekaligus jadi langkah korektif penyelesaian masalah malaadministrasi uji kompetensi sarjana kesehatan masyarakat yang dilaporkan Ombudsman. 

Kemenkes ataupun Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dianggap melakukan malaadministrasi. Keduanya dinilai lalai karena membiarkan penyelenggaraan uji kompetensi tanpa melakukan pengawasan. Terlebih para lulusan diharuskan membayar Rp 500.000.

Fakta Pendapat : Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari mengatakan, kesehatan masyarakat perlu diatur sebagai jenis tenaga kesehatan. Jadi, lulusan kesehatan masyarakat butuh uji kompetensi dari sebuah organisasi profesi. "Kami siapkan. Sebab, selama ini kesehatan masyarakat belum termasuk jenis tenaga kesehatan," katanya di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Pengaturan itu diharapkan bisa membenahi registrasi tenaga kesehatan dan mutu pendidikan kesehatan masyarakat. "Kesenjangan mutu pendidikan kesehatan masyarakat lebar. Semoga uji kompetensi memangkas itu," katanya.



Berita 2 : Keanekaragaman Hayati Butuh Perubahan Paradigma
oleh : (TAN)

Fakta Peristiwa : JAKARTA, KOMPAS - Paradigma masyarakat memandang keanekaragaman hayati di Indonesia perlu diubah. Indonesia jangan lagi dilihat sebagai negara dengan megabiodiversitas, melainkan negara dengan ancaman kerusakan ekosistem tinggi. Dengan begitu, desakan perlindungan terhadap lingkungan makin kuat dan pembangunan nasional lebih sejalan dengan upaya konservasi.

Fakta Pendapat : Profesor riset bidang taksonomi tumbuhan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 2010-2017, Deddy Darnaedi, memaparkan, status megabiodiversitas membuat Indonesia terjebak dengan kekayaan itu. Hal itu mengakibatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tidak optimal.

Menurut Deddy, potensi manfaat dari keanekaragaman hayati Indonesia masih terbatas. Pemanfaatannya hanya mengikuti permintaan pasar. Padahal, banyak potensi keanekaragaman hayati yang ada belum terungkap secara ilmiah.



Berita 3 : Jaga Keseimbangan Mikroorganisme
oleh : (AIK) 

Fakta Peristiwa : JAKARTA, KOMPAS - Keberadaan miliaran mikroorganisme yang berkoloni dalam pencernaan kita terbukti berperan penting bagi kesehatan. Selain membangun imunitas, mikroorganisme itu juga bisa membantu tubuh melawan berbagai penyakit mematikan. Terganggunya pola hidup modern cenderung merusak keseimbangan mikroorganisme ini.

Pentingnya miikrobioma pencernaan ini diungkapkan para peneliti pada Konferensi Pangan ASEAN ke-16 di Denpasar, pekan lalu.

Fakta Pendapat : Menurut Endang, keseimbangan dan keragaman mikroorganisme menjadi kunci bagi kesehatan. Individu tak sehat atau orang-orang yang mengalami obesitas, mikroorganisme di tubuhnya cenderung tak seimbang dan kurang keragamannya. Riset terbaru oleh para peneliti di Institute for Biomedical Sciences di Georgia State University di Atlanta mengidentifikasi ada mikrobiota usus atau mikroorganisme yang bisa mencegah dan menyembuhkan infeksi rotavirus.











 

Komentar