Dampak Korona Terasa ke Berbagai Sektor
Berita dua warga Indonesia positif
COVID-19 sempat menggemparkan masyarakat Indonesia yang sebelumnya pemerintah
menyatakan bahwa masyarakat Indonesia kebal teradap virus korona. Virus itu
dibawa seorang WN Jepang berdomisili di Malaysia yang mengunjungi Indonesia
pada awal Februari lalu. Ia diketahui sempat berdansa bersama rekannya, NT (31
tahaun), seorang warga Depok, 14 Februari di Klub Paloma di Kemang, Jakarta. NT
melakukan kontak dengan MD (64), ibundanya, di kediaman mereka di Depok. Ternyata warga Jepang itu dinyatakan positif tertular COVID-19
di Malaysia, tetapi tak terdeteksi. Pemerintah pun bergerak cepat dengan
mengadakan konferensi pers secara resmi mengumumkan dua kasus pertama penularan
virus penyakit korona baru (COVID-19) di Tanah Air.
Persebaran COVID-19 terjadi di seluruh
Indonesia dengan Pulau Jawa sebagai wilayah terdampak paling besar. Mobilitas
masyarakat di berbagai provinsi juga menjadi terbatas karena pemerintah
menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), blokade jalan oleh aparat
keamanan, dan pengurangan jam operasional pasar dan tempat bisnis lainnya. Hal
tersebut mengakibatkan kegiatan ekonomi dan sosial-kemasyarakatan pun
terhambat.
Data tercatat 31 Maret 2020, di akhir bulan dengan 114
kasus baru maka ada 1.528 kasus positif yang dikonfirmasi. Sementara dengan
tambahan 6 pasien maka total pasien sembuh 81 orang. Sedangkan dengan 14 kasus
meninggal, maka total pasien meninggal karena corona dalam sebulan 136 kasus.
Penyebaran penyakit virus korona jenis
baru (COVID-19) yang terus meluas ke berbagai negara telah memukul perekonomian
dunia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada (1/3), COVID-19
telah menyebar ke 59 negara dengan total kasus terkonfirmasi sebanyak 86.927
kasus. Adapun jumlah kematian karena korona mencapai 2.976 orang.
Wabah COVID-19 memengaruhi kinerja perdagangan dunia, membuat indeks saham anjlok, menahan penduduk dunia bepergian, dan mengganggu potensi investasi dalam negeri. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia terancam merosot. Pengaruh bagi Indonesia juga akan terasa di sektor manufaktur. Ini karena Idonesia bergantung pada impor bahan baku nonmigas dari China, terutama mesin dan peralatan mekanik, komponen elektronik.
Virus
asal Wuhan, China itu mulai menginfeksi sejumlah lini ekonomi negeri, seperti
pariwisata, industri, logistik, perbankan, dan pasar modal. Indonesia yang
tengah menumbuhkan ekonomi melalui pariwisata harus merasakan dampaknya.
Penurunan wisatawan mancanegara mengikis penghasilan pelaku usaha wsiata,
antara lain perhotelan, restoran, agen perjalanan, dan maskapai penerbangan.
Di
pasar modal, wabah COVID-19 membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun. Virus
korona diketahui telah mengguncang pasar keuangan. Harga minyak mentah juga
berimbas penurunan akibat mewabahnya virus ini. Dampak virus korona terhadap
perekonomian dunia sangat bergantung pada seberapa luas penyebarannya dan
seberapa lama penyakit ini dapat ditanggulangi. Semakin lama, makin besar
pengaruhnya terhadap perekonomian dunia.
Di sisi ketenagakerjaan juga
terasa dampaknya dari penyakit virus korona baru (COVID-19) ini. Pandemi virus korona
yang memukul kinerja sektor industri berdampak pada nasib para pekerja. Banyak
pelaku usaha memotong gaji karyawannya hingga meminta mereka mengambil cuti di
luar tanggungan dalam waktu yang tak ditentukan.
Dengan
adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kinerja sektor
usaha tersebut akan semakin turun sehingga beban pelaku usaha semakin tinggi. Ini
karena perusahaan yang sebelumnya beroperasi secara minimum terpaksa berhenti
bila tidak dikecualikan dalam ketentuan PSBB. Akibatnya, banyak perusahaan yang
menghentikan hubungan kerja dengan karyawan harian, karyawan outsourcing dan karyawan kontrak.
Menurut
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso yang dikutip dari Cnbcindonesia sudah sebanyak 3,05 juta
orang pekerja di Indonesia yang terdampak (PHK dan dirumahkan) virus korona. Hal
ini terjadi semenjak pandemi korona di Indonesia sejak 3 Maret 2020 lalu.
Penyebaran
virus korona juga akan menimbulkan peningkatan kemiskinan dan pengangguran yang
cukup besar. Bahkan dalam skenario terberat yang sudah dikaji oleh pemerintah,
kemiskinan bisa melonjak hingga 5 juta jiwa.
Komentar
Posting Komentar